Sifat-sifat Allah SWT

 Sifat-sifat Allah SWT dan Artinya













1.     Wujuud (وجود)

Wujuud artinya ada (keberadaan). Keberadaan atau eksistensi Allah SWT dapat dibuktikan dengan adanya alam semesta. Dalam hal ini, keberadaan alam semesta yang teratur dengan hukum-hukumnya (sunatullah) membuktikan bahwa alam ini ada yang mengatur, yaitu Allah.

2.     Qidaam (قدام)

Qidaam artinya terdahulu. Allah adalah dzat yang awal dan juga yang akhir, tidak ada yang mendahului-Nya. Keberadaan alam semesta terlahir karena ada yang menciptakan dan mengatur yaitu Allah yang mendahului.

3.     Baqaa’ (بقاء)

Baqaa artinya kekal. Allah SWT akan selalu ada dan tidak akan mati. Berbeda dengan ciptaan-Nya, manusia, tumbuhan, dan hewan pasti akan mati. Sementara Allah SWT akan kekal abadi dan tidak berubah-ubah.

4.     Mukhalafatu Lil-Hawaditsi (مخالفة للحوادث)

Mukhalafatu lil-hawadisi artinya berbeda dengan semua makhluk. Allah SWT tidak mungkin sama dengan makhluk yang diciptakan. 

5.     Qiyamuhu Binafsihi (قيامه بنفسه)

Qiyamuhu binafsihi artinya berdiri sendiri. Allah SWT tidak membutuhkan bantuan apapun dari siapapun.

6.     Wahdaniyah (وحدانية)

Wahdaniyah artinya esa. Allah SWT ialah tunggal, satu, dan tidak ada yang menandinginya. Hal ini dapat dibuktikan dengan keteraturan di alam semesta sebagai wujud ciptaan Allah SWT

7.     Qudrah (قدرة)

Qudrah artinya kuasa. Kekuasaan Allah SWT tak terbatas atas segalanya. Tidak ada yang dapat menghalangi-Nya. Bukti kekuasaan Allah SWT yaitu keberadaan jagat raya, planet, dan jutaan bintang yang dapat bergerak beraturan tanpa adanya tabrakan.

8.     Iraadah (إِردة)

Iraadah artinya berkehendak. Ketika Allah SWT telah berkehendak atas sesuatu, maka pasti akan terwujud. Allah SWT memiliki kehendak sendiri dalam menciptakan sesuatu tanpa perintah pihak lain.

9.     Ilmu (علم)

Ilmu artinya mengetahui. Allah Maha Mengetahui segalanya, baik yang Zahir maupun batin. Tidak ada kejadian yang bisa lepas dari pengetahuan Allah SWT. 

10.  Hayat (حياة)

Hayat artinya hidup. Allah akan hidup selama-lamanya dan kekal abadi. Berbeda dengan manusia atau hewan yang memerlukan jantung, Allah SWT hidup tanpa membutuhkan sesuatu dan tanpa didahului oleh siapapun.

11.  Sama’ (سَمَعٌ)

Sama’ artinya mendengar. Sifat Allah Maha Mendengar disebut Sami’an. Allah SWT mendengar segalanya dan tidak ada sesuatu yang tidak didengar oleh-Nya.

12.  Bashar (بَصَرٌ)

Bashar artinya melihat. Allah SWT Maha Melihat segalanya, baik besar maupun kecil, bahkan yang tersembunyi sekalipun. Penglihatan Allah SWT tidak terbatas, teknologi canggih manusia tidak akan dapat melampaui penglihatan Allah SWT.

13.  Kalam (كِلَامٌ)

Kalam artinya berkata-kata atau berfirman. Keberadaan firman Allah SWT dibuktikan dengan firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril yaitu kitab Al-Quran. Allah SWT juga berfirman (berbicara) kepada beberapa rasul dan nabi-Nya secara langsung.

14.  Qadiran (قَادِرًا)

Qadiran artinya Maha Kuasa. Allah SWT merupakan dzat yang memiliki kuasa dan dapat berkehendak atas apapun yang ada di alam semesta.

15.  Muriidan (مُرِیدًا)

Muridan artinya Maha Berkehendak. Allah SWT berkehendak atas segala sesuatu yang ia ciptakan.

16.  ‘Aaliman (عَالِمًا)

Aaliman artinya Maha Mengetahui. Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu dan tidak ada yang bisa disembunyikan tanpa pengetahuan Allah SWT.

17.  Hayyan (حَيًّا)

Hayyan artinya Maha Hidup. Allah merupakan dzat yang Maha Hidup dan tidak akan pernah mati selamanya.

18.  Sami’an (سَمِيْعًا)

Sami’an artinya Maha Mendengar. Allah SWT dapat mendengar segala sesuatu.

19.  Basiran (بَصِيْرًا)

Basiran artinya Maha Melihat. Allah dapat melihat apapun, bahkan yang tersembunyi dan tidak diketahui oleh makhluk-Nya.

20.  Mutakalliman (ﻣُﺘَﻜَﻠِّﻤًﺎ)

Sifat yang terakhir yaitu Mutakaliman, yang artinya Maha Berkata-kata. Hal ini dibuktikan dengan Al-Quran yang berisi firman-firman Allah SWT.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sumber Akidah dalam Islam

Hubungan Manusia dengan Allah (hablum minallah)

Tujuan Akidah Islam