Hubungan Manusia dengan Allah (hablum minallah)
Hubungan dengan Allah sering disebut Hablum Minallah (حَبْلٍ مِّنْ اللَّهِ).
Secara bahasa, hablum minallah artinya
adalah hubungan dengan Allah.
Hablum minallah menurut bahasa
berarti hubungan dengan Allah.
Namun, dalam pengertian syariah,
makna hablum minallah sebagaimana yang dijelaskan di dalam tafsir
At-Thabari, Al-Baghawi, dan tafsir Ibnu Katsir adalah "Perjanjian
dari Allah, maksudnya adalah masuk Islam atau beriman dengan Islam sebagai
jaminan keselamatan bagi mereka di dunia dan di akhirat".
Hablum minallah dilaksanakan dengan
ibadah. Dengan kata lain, hablum minallah adalah
aspek 'ubudiyah (عبودية) atau ritual ibadah kita kepada
Allah SWT. "Ibadah" atau "ubudiyah" sering diartikan
sebagai "penghambaan" dengan melaksanakan perintah Allah SWT,
menghambakan diri kepada-Nya, atau menyembah Allah SWT. Imam Ghazali pernah
ditanya mengenai 'ubudiyah. Ia menjawab: ubudiyah adalah kumpulan dari tiga
hal:
1.
Menunaikan
perintah syariat.
2.
Rela
dengan ketentuan dan takdir serta pembagian rezeki dari Allah SWT.
3. Meninggalkan kehendak nafsunya untuk mencari keridhoan Allah SWT.”
Ibadah adalah tujuan penciptaan manusia oleh Allah SWT.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا
لِيَعْبُدُونِ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku" (QS. Adz-Dzariyat : 56).
وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus” (QS Al-Bayyinah :5).
Komentar
Posting Komentar