Keberadaan Allah

Dalil Penciptaan

Penciptaan alam ini dengan segala isinya adalah bukti keberadaan Penciptanya, Yang Mahatinggi, Yang Mahakuasa, dan Mahasuci. Dalam surat at-Tur ayat 35-36, Allah SWT berfirman;

اَمْ خُلِقُوْا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ اَمْ هُمُ الْخٰلِقُوْنَۗ. اَمْ خَلَقُوا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ بَلْ لَّا يُوْقِنُوْنَ

Artinya: “Apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka menciptakan (diri mereka sendiri)? Apakah mereka menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).” (QS At-Tur [52]:36) 

Ayat tersebut merupakan fakta bahwa keberadaan manusia merupakan suatu bukti adanya Allah SWT. Demikian pula dengan keberadaan langit dan bumi itu. Telah ditetapkan secara intuitif oleh pikiran bahwa apa yang ada pasti mempunyai sebab atas keberadaannya. 

Dalil Fitrah atau Naluri

Menurut ajaran Islam, manusia terlahir dengan naluri yang sesuai dengan Islam dan meyakini keberadaan Tuhan. Naluri ini disebut fitrah, yang didefinisikan sebagai keadaan asal yang murni dalam diri manusia yang mengarahkannya untuk mengakui kebenaran akan keberadaan Tuhan dan mengikuti petunjuk-Nya. Jika keadaan asal ini kemudian tidak dirusak dengan keyakinan menyimpang dari lingkungannya, manusia bisa melihat kebenaran Islam dan memeluknya. Mengenal Sang Pencipta, dan mengakui keberadaan-Nya Yang Mahamulia dan Mahatinggi, serta Ketuhanan-Nya, merupakan suatu hal intuitif yang ditanamkan dalam jiwa manusia dan fitrahnya. 

Alam yang dimaksud di sini adalah Islam, karena Tuhan Yang Mahaesa menciptakan manusia dengan agama Islam dan tauhid. Rasulullah SAW bersabda:  

ما مِنْ مولودٍ إلا يولدُ على الفِطْرَةِ، فأبواه يهوّدانِهِ، أو ينصّرانِهِ أو يمجِّسانِهِ، كما تُنْتِجُ البهيمةُ بهيمةً جمعاء، هل تحسّون فيها مِنْ جَدْعاء؟

Artinya: “Tidak ada seorang anak pun yang dilahirkan tidak sesuai dengan fitrahnya, lalu orang tuanya menjadikan dia Yahudi, Majusi, atau Nasrani, sebagaimana halnya seekor binatang menghasilkan binatang yang utuh, apakah kamu merasa takut padanya?" 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sumber Akidah dalam Islam

Hubungan Manusia dengan Allah (hablum minallah)

Tujuan Akidah Islam