Ilmu Akidah

Ilmu yang membahas akidah disebut ilmu akidah. Beberapa ulama memberikan penjelasan berbeda mengenai pengertian ilmu akidah:

1.     Syekh Muhammad Abduh menyatakan bahwa ilmu akidah adalah ilmu yang membahas tentang keberadaan Allah, sifat-sifat wajib bagi-Nya, serta rasul-rasul-Nya. Ilmu ini juga mencakup keyakinan terhadap apa yang wajib ada pada rasul-rasul, serta apa yang boleh dan tidak boleh disandarkan kepada mereka.

2.     Ibnu Khaldun menjelaskan ilmu akidah sebagai ilmu yang membahas kepercayaan-kepercayaan iman dengan menggunakan dalil-dalil akal dan menjelaskan alasan-alasan untuk menolak kepercayaan yang bertentangan dengan ajaran golongan salaf dan Ahlus Sunnah.

Dari kedua pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ilmu akidah adalah ilmu yang membahas segala hal yang berhubungan dengan rukun iman dalam Islam, dengan menggunakan dalil-dalil yang meyakinkan dan bukti-bukti yang kuat. Rukun iman ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 285:

“Rasul telah beriman kepada al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun dari rasul-rasul-Nya dan mereka mengatakan, ‘Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.'” (Q.S. Al-Baqarah [2]:285)

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Nabi Muhammad SAW menjelaskan enam pokok ajaran iman sebagai berikut:

“Engkau beriman kepada Allah, kepada malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan kepada takdir, yang baik dan yang buruk.” (HR. Bukhari)


Komentar